HALO,WELCOME TO MY KITTYPINKYWORLD

Thank's for visited my blog's!!
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

BAB IV DEFINISI, RUANG LINGKUP, DAN TUJUAN EKONOMETRI



Pengantar Ekonometrika

BAB IV
DEFINISI, RUANG LINGKUP, DAN TUJUAN EKONOMETRI


Oleh:


RANA YUSPITA
1305102010044
fefefefef.jpg




PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2015




BAB IV
DEFINISI, RUANG LINGKUP, DAN TUJUAN EKONOMETRI

4.1 Apakah Ilmu Ekonometri itu?
            Teori-teori ekonomi mencoba mendefinisikan hubungan-hubungan antara berbagai variable ekonomi dalam bentuk matematis. Tujuannya untuk membantu memahami fenomena ekonomi dalam dunia nyata. Teori-teori tersebut harus diuji dengan data empiris dari dunia nyata. Jika data empiris membenarkan hubungan yang dimaksudkan oleh teori, maka teori tersebut diterima. Kalau tidak, maka harus ditolak.
            Bidang ilmu yang melakukan evaluasi teori-teori ekonomi secara kuantitatif, disebut ilmu ekonometri. Ekonometri adalah suatu bidang ilmu yang mengkombinasikan teori ekonomi dan statistik ekonomi, dengan tujuan menyelidiki dukungan empiris dari hukum skematik yang dibangun oleh teori ekonomi. Dengan memanfaatkan ilmu ekonomi, matematik dan statistic, ekonometri membuat hukum-hukum ekonomi teoritis tertentu menjadi nyata. Ruang lingkup ekonometri jauh lebih luas, sebagaimana dilukiskan oleh para pakar ekonometri dalam berbagai definisi mereka, yaitu sebagai berikut:
Ilmu ekonometri didefinisikan sebagai ilmu sosial yang menerapkan peralatan teori ekonomi, matematik, dan statistic inferensi untuk menganalisis fenomena ekonomi (Arthur S. Goldberger, Econometric Theory, 1964, halaman 1).
Ilmu ekonometri, merupakan hasil suatu pandangan tertentu mengenai peranan ilmu ekonomi yang meliputi penerapan statistik matematik data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris terhadap model-model yang dibangun dengan ekonomi matematik serta memperoleh hasil-hasil numerik (Gerhard Tintner, Methodology of Mathematicaal Economics and Econometrics, 1968, halaman 74).
Tugas utama teori ekonometrika adalah menjembatani hubungan-hubungan pasti teori ekonomi dan hubungan-hubungan gangguan kenyataan ekonomi (A.S. Golberger, Econometric Theory, 1964, halaman 2).
            Ilmu ekonometri dikatakan merupakan perpaduan antara ilmu ekonomi, matematik, dan statistik, yang menghasilkan nilai-nilai numerik bagi parameter-parameter hubungan ekonomi dan menguji teori-teori ekonomi. Dengan cara tertentu, ekonometri merupakan suatu tipe khusus analisis dan penelitian ekonomi dimana teori ekonomi dirumuskan secara matematik dan dikombinasikan dengan ukuran empiris fenomena ekonomi. Statistik ekonomi memberikan data numerik ekonometri, keberhasilan ekonometri tergantung pada tersedianya data yang baik.
            Nama “Ekonometri” diperkenalkan pada tahun 1926 oleh seorang pakar ekonomi dan statistik bangsa Norwegia, Ragnar Frisch. Ekonometri pada mulanya merupakan model “Biometri” yang muncul pada akhir abad ke-19, yaitu suatu bidang ilmu biologi yang memanfaatkan penggunaan metode-metode statistic.

4.1.1. Metodologi Ekonometri
            Berdasarkan hubungan-hubungan pada teori ekonomi, prosedur atau tahapan ekonometri meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Merumuskan persamaan matematis yang menggambarkan hubungan antara berbagai variable ekonomi, seperti yang diterangkan oleh teori ekonomi (Spesifikasi).
2.     Merancang metode dan prosedur berdasarkan teori statistik, untuk mendapkan sampel yang mewakili dunia nyata.
3.     Menyusun metode penaksiran (estimasi) parameter hubungan-hubungan yang dilukiskan pada langkah pertama (Penaksiran).
4.     Menyusun metode (statistik) untuk keperluan pengujian validitas teori, dengan menggunakan parameter-parameter yang telah didapat pada langkah ketiga (Verifikasi).
5.     Mengembangkan metode peramalan ekonomi ataupun implikasi kebijakan berdasarkan parameter-parameter yang telah ditaksir (Aplikasi/Penerapan).
Persyaratan dan kemungkinan kesalahan dalam langkah-langkah tersebut bisa digambarkan seperti kerangka berikut:




 

Teori Ekonomi
 
Spesifikasi
                                                                                                Persayaratan:
Memilih variabel; Menspesialisasikan hubungan atas dasar teori-teori ekonomi (hipotesis).
Kemungkinan kesalahan :
Langkah 2
 22
 
Variabel bebas yang sesuai tidak dimasukkan; variabel bebas yang tidak sesuai dimasukkan; “Under-indentifikasi”
Rancangan statistic untuk mendapatkan data


 
Penaksiran (Estimation)
Persyaratan:
Penaksir-penaksir yang memiliki sifat-sifat:
a.”Unbiased, b.Konsisten, c.Efisien, d. “Sufficent”.
Kemungkinan kesalahan:
Langkah 4

 
Penaksir-penaksir tidak memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan sebagai akibat adanya otokorelasi, heteroskedastisitas, multikolinearitas didalam sampel.
                                                                        Verifikasi (Pengujian)
                                                                                                Persyaratan:
Penafsiran ekonomi terhadap hasil-hasil yang diperoleh pada langkah 3. Evolusi dari teori ekonomi atau hipotesis. Penolakan teori ekonomi jika teori tersebut tidak valid, dan membuat hipotes baru lalu mulai lagi dari langkah 1.
Kemungkinan kesalahan:
Langkah 5

 
Kesalahan pengujian dan tidak sesuainya pengujian dengan verifikasi validatis hipotesis.
Penerapan (Aplikasi)
Persyaratan:
Tujuan utama ekenometri adalah mendapatkan ramalan (prediksi) yang dipercaya (untuk keperluan pengambilan kebijakan ekonomi).
Kemungkinan kesalahan:
Peramalan menyimpang; bila ramalan tsb digunakan untuk pengambilan kebijaksanaan, mengakibatkan kerugian bagi kesejahteraan masyarakat.
Kadang-kadang diperdebatkan mengapa harus mulai dari teori-teori ekonomi absttrak yang tidak pernah diuji dengan realitas kehidupan ekonomi. Bagaimanapun juga, teori-teori ekonomi dirumuskan berdasarkan dasar prinsip-prinsip berfungsinya sistem ekonomi dan penerapan prosedur deduktif. Idealnya harus ada teori yang tidak bermakna ganda dan digunakan sebagai pedoman untuk memilih variabel-variabel yang sesuai. Pendekatan “pengukuran tanpa teori” dilakukan  bila penelitian teoritis tidak memberikan pedoman apapun.
Sejak ditemukan pada tahun 1930-an ilmu ekonometrika telah mendorong perkembangan teori murni, baik dari sudut pandang matematis maupun penaksiran empiris terhadap hubungan-hubungan ekoonomi. Peranan ekonometri terutama pada penaksiran empiris, dan penerapan matematis pada teori ekonomi sekarang disebut “ilmu ekonomi matematik”. Muncul anggapan nyang keliru bahwa ekonometri sama dengan penerapan matematik dalam ilmu ekonomi. Ekonometri tidak sama dengan ilmu ekonomi matematik, juga tidak sama dengan statistic ekonomi. Hubungan yang ada antara ketiga cabang ilmu tersebut adalah sebagai berikut:

4.1.2.   Ekonometri dan Ekonomi Matematik
            Ilmu ekonomi matematik mengubah bentuk bahasa ekonomi dalam pengertian simbol-simbol matematik. Ilmu ekonomi merupakan pendekatan analisis ekonomi dan tidak berbeda dengan pendekatan nir-matematik terhadap ilmu ekonomi.
            Perbedaan yang utama (principal) antara ilmu ekonomi matematik (mathematical economics) dan ilmu ekonomi literer yang nir-matematik (literary economics) adalah kenyataan dalam ekonomi matematik, semua asumsi dan kesimpulan dinyatakan dengan simbol-simbol matematik dan persamaan-persamaan, bukan dalam bentuk verbal (kata atau kalimat). Keduanya menggambarkan hubungan-hubungan ekonomi yang sama, tapi dalam bentuk yang pasti (exact). Baik teori ekonomi maupun ekonomi matematik, tidak mentolerir elemen-elemen acak (random) yang bisa mempengaruhi hubungan-hubungan pasti dan membuatnya menjadi bersifat stokastik. Hubungan-hubungan dalam teori ekonomi maupun dalam ekonomi matematik adalah berbentuk nir-stokastik. Anggapan semacam ini menyebabkan ekonometri berbeda dengan ekonomi matematik.
            Terlihat pada diagram diatas, walaupun ekonometri meliputi langkah penafsiran teori ekonomi dalam bentuk matematik (langkah 1), namun ekonometri tidak menganggap hubungan –hubungan  ekonomi merupakan hubungan yang nir-skotastik atau pasti.
            Ekonometri mengasumsikan setiap hubungan ekonomi sebagai hubungan skokastik, yaitu ada gangguan (disturbance) dalam pola-pola perilaku pasti seperti yang digariskan oleh teori ekonomi atau ekonomi matematik. Banyak alasan mengapa ekonometri mengasumsikan ada faktor gangguan dalam hubungan-hubungan pasti sehingga menjadi hubungan skokastik. Selain itu, metode-metode ekonometri memberikan nilai-nilai numerik koefisien hubungan-hubungan ekonomi. Nilai-nilai sangat diperlukan dalam pengambilan keputusan kebijaksanaan.
            Ekonomi matematik tidak menghasilkan nilai-nilai numeric. Dengan mengkombinasikan formula matematik dari teori data empiris, ekonometri memberikan jalan untuk beralih dari kerangka teori abstrak ke hasil-hasil numerik dalam kasus-kasus nyata. Dengan demikian, ekonometri menjembatani hubungan-hubungan pasti dalam teori ekonomi dengan hubungan-hubungan gangguan dalam ekonomi nyata.

4.1.3.   Ekonometri dan Statistik
            Seperti telah diketahui, statistik berkaitan dengan pengumpulan data, kemudian mentabulasikan dalam bentuk yang diinginkan, dan menyelidiki hubungan antara variabel-variabel ekonomi yang dipelajari. Jadi, statistik ekonomi terutama menyajikan aspek deskriptif teori ekonomi. Seperti halnya dalam kasus ekonomi matematik, statistic juga tidak menghasilkan nilai-nilai numerik bagi parameter-parameter yang terkandung dalam hubungan-hubungan ekonomi. Meskipun demikian, statistic menyediakan data numeric ekonometri sehingga hubungan-hubungan antara besar-besaran ekonomi menjadi nyata.
            Statistik ekonomi berbeda dengan statistic matematik. Statistik matematik (statistik modern atau statistik inferensi) didasarkan pada teori probabilitas. Metode-metode statistic tersebut tidak dapat diterapkan dalam hubungan-hubungan ekonomi, karena metode percobaan semacam itu tidak dapat dirancang dalam fenomena ekonomi (kecuali dalam beberapa kasus, missal eksperimen pertanian, atau eksperimen industry). Namu, ide-ide dasar dari statistik matematik dapat diterapkan dalam ekonometri. Metode-metode itu diterapkan setelah diadaptasi untuk perilaku random yang terdapat dalam masalah-masalah ekonomi. Metode-metode statistic yang telah disesuaikan inilah yang disebut “metode-metode ekonometri”.
            Ekonomi matematik dan ekonomi statistik merupakan aspek-aspek yang penting dalam ekonometri. Formulasi matematik memberikan ketepatan dan kecermatan, sedangkan statistik memberikan “darah hidup” atau bahan baku bagi ekonometri yang merupakan cabang ilmu yang baru.
4.2.      Tujuan-tujuan Ekonometri
            Ekonometri membantu dalam mwencapai tiga tujuan berikut:
1.      Membuktikan atau menguji validitas teori-teori ekonomi (VERIFIKASI).
2.      Menghasilkan taksiran-taksiran numeric bagi koefisien-koefisien hubungan ekonomi yang selanjutnya bisa digunakan untuk keperluan kebijakan ekonomi (PENAKSIRAN).
3.      Meramalkan nilai besaran-besaran ekonomi dimasa yang akan datang dengan derajat probabilitas tertentu (PERAMALAN).

4.2.1.   Pengujian (Pembuktian) Teori Ekonomi
            Terlepas dari penampilan yang meyakinkan ditambah dengan konsistensi logikanya, tidak satupun teori yang dapat mempertahankan keampuhannya tanpa pengujian empiris; dan ekonometri membantu pengujian empiris semacam itu.
            Diawal-awal perkembangan teori ekonomi, para pakar ekonomi mungkin telah berspekulasi, melalui prosedur deduktif, mengenai kekuatan-kekuatan yang menentukan harga-harga, produksi, investasi, kesempatan kerja, dan sebagainya tanpa perduli kemampuan teori-teorinya untuk bertahan terhadap pengujian empiris yang rumit. Dengan kata lain, teori-teori ekonomi yang dibangun dalam tingkat abstrak belum teruji oleh kenyataan ekonomi.
            Tujuan utama ekonometri yaitu membuktikan teori-teori ekonomi tersebut, sehingga membantu untuk mengetahui dan memutuskan seberapa jauh suatu teori ekonomi mampu menjelaskan perilaku nyata dari satuan-satuan ekonomi.

4.2.2.   Penaksiran Koefisien dari Hubungan-hubungan Ekonomi
            Ekonometri berrkaitan dengan analisis terhadap nilai atau pengukuran aktivitas ekonomi. Ekonometri mempunyai cakupan yang lebih luas daripada statistik dan ilmu ekonomi. Berbagai teknik ekonometri diterapkan dalam usaha mendapatkan taksiran-taksiran yang dapat dipercaya mengenai koefisien-koefisien hubungan-hubungan ekonomi. Berdasarkan koefisien-koefisien itu, berbagai parameter teori ekonomi dievaluasi. Misalnya, ekonometri menghasilkan taksiran-taksiran tentang elastisitas, koefisien multiplier, koefisien teknis produksi, biaya marginal, dan sebagainya. Pengetahuan mengenai seluruh koefisien semacam itu sangat bermanfaat untuk merumuskan kebijakan-kebijakan ekonomi.
            Ekonometri memberikan taksiran elastisitas. Pengetahuan mengenai elastisitas permintaan dan penawaran memungkinkan taksiran beban pembayaran pajak penjualan kepada Pemerintah. Siapakah yang paling banyak menanggung beban pajak penjualan, konsumen atau produsen? Berapa besarnya? Jawaban terhadap semua pertanyaan itu diberikan oleh ekonometri. Penaksiran fungsi-fungsi produksi tenaga kerja dan capital berbagai perusahaan atau industry; memberikan pengetahuan mengenai “skala usaha” (economies of scale) industry yang dipelajari.
            Model ekonometri selain digunakan untuk keperluan pengujian teori dan penaksiran nilai numeric koefisien dari hubungan-hubungan ekonomi, juga digunakan untuk meramal (forecasting). Pada masa sekarang ini, “peramalan” menjadi semakin penting, baik untuk keperluan perencanaan pembangunan ekonomi di Negara-negara maju.
            Contoh: Berdasarkan taksiran MPC (marginal propensity to consume), angka pengganda (multiplier) investasi dapat dihitung dengan rumus yang sederhana: k=1/(1-MPC). Dengan kenaikan investasi tertentu, bisa diramalkan kenaikan penghasilan nasional dalam batas-batas probabilitas tertentu. Jika nilai ramalan kenaikan penghasilan nasional lebih rendah dari yang ditargetkan, maka Pemerintah harus mengambil kebijakan lain untuk  mencapai target tersebut. Dengan demikian, “peramalan” sangat bermanfaat bagi para pembuat kebijakan dalam memutuskan apakah perlu mengambil kebijaka lain untuk mempengaruhi variabel-variabel ekonomi yang bersangkutan.

4.3.      Hakikat Pendekatan Ekonometri
            Berbagai langkah yang digambarkan dalam diagram subbab 4.1.1 merupakan langkah-langkah penting dalam metodologi setiap penelitian ekonometri. Langkah-langkah tersebut harus diikuti oleh peneliti, jika mengharapkan hasil penelitian yang masuk akal.

Langkah 1:
            Langkah pertama dan paling penting dalam setiap penelitian ekonometri adalah memspesifikasikan model. Langkah ini meliputi penentuan:
a.       Variabel bebas atau variabel penjelas (explanatory variable) maupun variabel terikat (dependent variable) yang akan dimasukkan dalam model.
b.      Asumsi-asumsi a priori mengenai nilai dan tanda parameter (atas dasar kriteria teoritis) dari model.
c.       Bentuk matematis dari model.

Langkah 2:
            Langkah kedua, yaitu penaksiran model dengan metode ekonometri yang tepat, meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Pengumpulan data berkaitan dengan variabel-variabel yang masuk dalam model (runtun waktu atau silang tempat).
b.      Menyelidiki ada tidaknya masalah multikolinieritas.
c.       Menyelidiki syarat identifikasi jika modelnya mengandung lebih dari satu persamaan.
d.      Memilij teknik ekonometri yang tepat untuk penaksiran moedel.


Langkah 3:
      Pada langkah ini, model (yang telah ditaksir) dievaluai ata dasar kriteria tertentu, untuk melihat apakah taksiran-taksiran tersebut dapat dipercaya. Evaluasi atau pengujian terebut dimaksudkan untuk memutuskan apakah taksiran-taksiran terhadap parameter sudah “nyata secara teoritis” (theoretically meaningful) dan “nyata secara statistic” (statically significant). Digunakan tiga criteria untuk evaluasi, yaitu sebagai berikut:

a.      Kriteria “a priori” Ekonomi
Kriteria ini ditentukan oleh prinsip-prinsip teori ekonomi. Jika nilai maupun tanda taksiran parameter tidak sesuai dengan criteria “a priori” maka taksiran-taksiran itu harus ditolak, kecuali kalau ada alas an kuat untuk menyatakan bahwa dalam kasus khusus ini, prinsip-prinsip ekonomi tidak berlaku. Sehingga alasan-alasan untuk membenarkan taksiran yang berbeda dengan yang telah digariskan oleh teori ekonomi, harus dinyatakan dengan jelas.

b.      Kriteria Statistik (First Order Test)
Kriteria ini ditentukan oleh teori statistic, termasuk koefisien korelasi dan standar deviasi atau kesalahan standar dari taksiran. Kuadrat dari koefisien korelasi, yang disebut:
Koefisien Determinasi, dihitung dari data sampel. Koefisien ini menjelaskan persentase variabel total variabel terikat yang disebabkan oleh perubahan-perubahan variabel bebas. Kesalahan standar taksiran menggambarkan penyebaran (disperse) taksiran disekitar parameter yang sebenarnya. Semakin besar kesalahan standar, semakin kurang bisa dipercaya taksiran itu, dan sebaliknya.

c.       Kriteria Ekonomi(Second-Order Test)
Kriteria ini ditentukan oleh teori ekonometri. Pengujian dengan kriteria ini  membantu dalam menetapkan apakah suatu taksiran memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan seperti: “unbiasedness”, konsistensi, “sufficiency”, dan sebagainya. Jika asumsi-asumsi teknik ekonometri yang diterapkan untuk menaksir parameter tidak dipenuhi, maka taksiran-takiran tersebut dianggap tidak memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan. Oleh karena asumsi tersebut berbeda-beda antara teknik ekonometri yang satu dengan teknik yang lain, maka berbagai kriteria ekonometri juga berbeda-beda untuk setiap metode.
Ketiga kriteria tersebut diatas (teori ekonomi, statistik dan ekonometri) harus diputuskan untuk menerima atau menolak suatu taksiran.

Langkah 4:
            Langkah terakhir adalah menguji kekuatan peramalan model. Salah satu tujuan ilmu ekonometri adalah membuat peramalan (forecasting) yang merupakan prediksi nilai-nilai suatu variabel tertentu diluar data sampel yang tersedia. Peramalan ini erat kaitannya dengan pilihan kebijakan dan evaluasi kebijakan. Dalam kenyataan, sebagian besar metode evaluasi kebijakan menyandarkan pada tipe-tipe peramalan khusus. Oleh karena itu, kombinasi fungsi sebagai peramal (forecasting) dan pengambil keputusan (decision maker) seringkali terdapat pada orang yang sama atau suatu badan yang bertanggung-jawab menangani masalah peramalan dan evaluasi kebijakan.
            Kiranya perlu sekali menguji kekuatan peramalan suatu model. Suatu model kadang-kadang terlalu peka (sensitive) terhadap perubahan ampel. Suatu model yang secara ekonomis benar, secara statistic dan ekonometri berarti (significant) untuk sampel tertentu (misalnya kurun waktu model itu ditaksir), namun model itu masih sangat lemah bila digunakan untuk meramal. Selain kepekaan model, kelemahan dalam peramalan bisa disebabkan oleh hal-hal berikut:
a.       Nilai-nilai variabel bebas yang digunakan untuk meramal tidak akurat.
b.      Taksiran koefisien-koefisiennya mungkin tidak benar karena kekurangan data.
Salah satu prosedur untuk menentukan kekuatan ramalan suatu model adalah mencoba taksiram-taksiran model tersebut pada suatu kurun waktu lain yang tidak termasuk dalam kurun waktu sampel. Nilai taksiran (nilai ramalan) kemudian dibandingkan dengan besaran nyata (nilai nyata) variabel terikat yang berangkutan. Perbedaan antara kedua nilai tersebut kemudian diuji secara statistic. Apabila setelah dilakukan uji signifikansi itu ternyata perbedaan itu nyata (ignificant), maka disimpulkan kekuatan peramalan dari model tersebut lemah.
4.4.      Ekonometri Teoritis dan Ekonometri Terapan
            Seperti halnya dengan ilmu-ilmu yang lain, ilmu ekonometri juga dibedakan menjadi dua cabang, yaitu: Ekonometri Teoritis dan Ekonometri Terapan. Ekonometri teoritis berkaitan dengan pengembangan metode yang tepat untuk mengukur hubungan-hubungan ekonomi yang digambarkan oleh model-model ekonometri. Metode ini dapat diklasifikasikan dalam dua kelompok, yaitu:
a.       Metode atau teknik persamaan tunggal, diterapkan untuk atu hubungan (persamaan).
b.      Metode atau teknik persamaan simultan, diterapkan untuk seluruh persamaan dalam model secara simultan.
Bidang ilmu ekonomi teoritis juga menerangkan asumsi-asumsi dari berbagai metode, sifat-sifat dan apa yang akan terjadi dengan sifat-sifat itu bila satu atau lebih asumsi-asumsi tidak dipenuhi.
Ekonomi terapan menggambarkan nilai praktis dari penelitian ekonometri. Jadi mencakup penerapan (aplikasiz) teknik-teknik ekonomteri yang dikembangkan dalam ekonomi teoritis, pada berbagai bidang teori ekonomi untuk keperluan pengujian atau pembuktian teori dari peramalan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar